10/21/11

Sistem PLTB Kecepatan Rendah dan Variable Speed Tanpa Gearbox


Oleh :Kadek Fendy Sutrisna
Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna
Daya keluaran yang dapat dihasilkan untuk sebuah pembangkit listrik tenaga angin (PLTB) adalah rata-rata sebesar 1-100 kWatt. Pembangkit listrik dengan daya keluaran sebesar ini sebenarnya sangatlah cocok digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga/perkantoran/stand alone di Indonesia. "fendysutrisna"

Alasan utama pembangkit listrik jenis ini belum berkembang di Indonesia karena kecepatan angin di Indonesia lebih rendah dan sangat berfluktuatif jika dibandingkan dengan kecepatan angin di Eropa, Amerika ataupun di Jepang

Perlu diketahui bahwa biasanya kecepatan putar turbin angin di Indonesia diantara 100-200 rpm. Untuk mengatasi kecepatan putar turbin angin yang rendah, biasanya digunakan komponen roda gigi untuk menyesuaikan dengan kecepatan putaran generator. Dan untuk mengatasi kecepatan angin yang berfluktuatif, biasanya turbin angin dioperasikan variable speed dengan mengunakan rangkaian elektronika daya.

Pada artikel kali ini, akan dibahas tentang sistem PLTB kecepatan rendah – variable speed dengan menggunakan generator permanen magnet. Semoga artikel ini bisa dijadikan referensi untuk perkembangan pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia.



I. Sistem Turbin Angin Direct-drive (Gearless / tidak menggunakan roda gigi)

Alasan utama penggunaan gearbox dihindari karena gearbox atau roda gigi dapat menimbulkan adanya gesekan pada saat turbin angin berputar.
Sistem PLTB tanpa menggunakan gearbox (gearless wind turbine system) atau sering juga disebur direct drive, selain membuat efisiensi PLTB menjadi lebih tinggi diklaim juga dapat mengurangi polusi suara serta mengurangi biaya investasi awal dan perawatan pada sistem pembangkit listrik tenaga angin.
Gaya gesekan yang timbul akan menyebabkan turbin angin bergetar tak-seimbang, terkadang menimbulkan polusi suara bising, dan tentu saja hal ini nantinya akan membutuhkan perawatan khusus dengan memberikan pelumas secara rutin.
Desain direct drive biasanya menggunakan generator sinkron – rotor belitan atau generator sinkron – magnet permanen. Alasannya karena kedua tipe generator ini memungkinkan untuk membuat generator dengan kutub banyak (perbanyak jumlah kutub rotor) yang kecepatan putarnya sesuai dengan putaran nominal turbin angin.
Sayangnya generator kutub banyak ini hanya cocok untuk aplikasi PLTB daya kecil, karena semakin besar daya yang didesain akan menyebabkan generator menjadi lebih besar dan lebih berat.
KESIMPULAN SEMENTARA : Untuk aplikasi PLTB berdaya rendah dan sedang, permasalahan penggunaan gerabox dapat dieliminasi dengan mendesain generator kutub banyak yang menghasilkan listrik secara optimal pada kecepatan angin yang rendah. Solusi dari permasalahan ini adalah Indonesia harus menguasai teknologi pembuatan generator kutub banyak.

Bagaimana dengan permasalahan kecepatan angin di Indonesia yang sangat berfluktuasi?
Kecepatan angin di Indonesia sering melonjak selama beberapa saat sehingga membutuhkan desain sistem PLTB yang dapat menghasilkan daya keluaran generator maksimum pada kecepatan angin yang berubah-ubah.
Jika kita merancang generator pada satu kecepatan angin rendah (low fixed speed), generator tidak bisa mengkonversikan energi pada kecepatan angin yang tinggi untuk mengurangi resiko kerusakan generator.
Sebaliknya, sistem PLTB yang biasanya dipasang di Indonesia memiliki efisiensi konversi energi yang rendah karena generator dirancang berputar pada kecepatan yang sedikit lebih tinggi dari kecepatan angin rata-rata. Kedua sistem PLTB ini bukan merupakan solusi sistem PLTB di Indonesia.

Sistem Turbin Angin Direct Drive dan Variable Speed dengan Generator Sinkron Magnet Permanen
Dari gambar terlihat bahwa sistem ini memerlukan generator magnet permanen berkutub banyak, penyearah dioda, konverter DC-DC, dan Inverter. Dengan sistem seperti ini memungkinkan untuk mendesain turbin angin dapat berputar pada kecepatan poros yang berubah-ubah.
Variable speed dan direct-drive menggunakan generator magnet permanen
Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan sistem ini antara lain :
  • Generator bekerja maksimum pada kecepatan angin yang berubah-ubah, atau dengan kata lain sistem variable speed direct-drive ini dapat mengekstrak daya pada kecepatan putar turbin berapapun.
  • Menghindarkan penggunaan roda gigi / gearbox dengan menggunakan generator yang dapat beroperasi pada putaran rendah (multi-pole generator).
  • Tidak menggunakan brush, sehingga biaya perawatan komponen generator dan juga rugi-rugi daya pada rotor dapat dikurangi.
  • Tidak memerlukan sistem daya untuk medan eksitasinya.
  • Menggunakan magnet permanen untuk membangkitkan tegangan, sehingga rugi-rugi daya pada rotor yang biasanya timbul pada generator rotor belitan dapat dihilangkan.

Sedangkan kekurangan sistem ini adalah :

  • Ukuran generator dapat menjadi besar dan berat.
  • Generator magnet permanen kutub banyak tidak dijual dipasaran secara umum, butuh keahlian khusus untuk mendesain generatornya.
  • Membutuhkan magnet permanen yang mahal dan sulit diperoleh di Indonesia.
  • Butuh keahlian khusus untuk mendesain rangkaian elektronika daya yang spesifik.


Artikel Tentang Sistem PLTB dan Tenaga Angin :
  1. Pembangkit Listrik Masa Depan Indonesia : Tenaga Angin 
  2. Sistem PLTB
  3. Energi Angin
  4. Perbedaan Sistem Variable Speed dan Fixed Speed

No comments:

Post a Comment