10/22/11

MOTOR Listrik Arus Searah


Oleh : Kadek Fendy Sutrisna

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna


Hampir sebagian besar peralatan listrik selalu menggunakan motor listrik sebagai sumber penggeraknya. Berdasarkan sumber energi listriknya, motor listrik dapat dibedakan menjadi motor arus searah (DC) dan motor arus bolak balik (AC). Pada artikel kali ini hanya akan dibahas tentang segala hal yang berhubungan dengan motor DC. Ada banyak aplikasi alat elektronik dan keperluan industri yang menggunakan motor listrik DC yang tidak perlu saya paparkan lagi disini. Selamat menikmati artikel ini.

Kelebihan motor DC jika dibandingkan dengan motor AC adalah:

  1. Torka dan kecepatannya mudah dikendalikan
  2. Torka awalnya besar
  3. Performansinya mendekati linier
  4. Sistem kontrolnya relatif lebih murah dan sederhana
  5. Cocok untuk aplikasi motor servo karena respon dinamiknya yang baik
  6. Untuk aplikasi berdaya rendah, motor DC lebih murah dari motor AC
Adapun kekuarangan dari motor DC adalah:
  1. Membutuhkan perawatan yang ekstra
  2. Lebih besar dan lebih mahal (jika dibandingkan dengan motor AC induksi)
  3. Tidak cocok untuk aplikasi kecepatan tinggi
  4. Tidak cocok untuk aplikasi berdaya besar
  5. Tidak cocok digunakan pada kondisi lingkungan yang cepat berdebu
Jenis-Jenis Motor DC
Berdasarkan sumber arus eksitasinya, motor DC dapat dibagi menjadi 4 jenis yaitu motor DC eksitasi terpisah (biasanya berupa motor DC magnet permanen atau motor stepper), motor DC eksitasi seri, shunt, dan campuran seperti yang diperlihatkan pada bagan di bawah ini.


1.  Karakteristik motor DC eksitasi terpisah adalah:
Kelebihan : 
  1. Kecepatan motor dan torka beban mudah untuk dikendalikan
  2. Arus eksitasinya tidak bergantung dengan arus jangkarnya
Kekurangan : 
  1. Memerlukan dua buah sumber arus DC yang terpisah
2.  Karakteristik motor DC eksitasi sendiri tipe Seri :
Kelebihan : 
  1. Torka yang dihasilkan berbanding kuadrat dengan arus sumber motor DC
  2. Hanya memerlukan satu sumber DC
  3. Rangkaian eksitasinya sederhana
Kekurangan : 
  1. Kecepatan motor bervariasi dan sensitif terhadap perubahan torka beban
  2. Arus eksitasinya sebanding dengan arus jangkar, sehingga membutuhkan kawat medan yang cukup besar
3.  Karakteristik motor DC eksitasi sendiri tipe Shunt :
Kelebihan : 
  1. Regulasi kecepatan motor terhadap perubahan torka beban lebih stabil
  2. Hanya memerlukan satu sumber DC
Kekurangan : 
  1. Torka yang dihasilkan relatif kecil
  2. Kecepatan motor dan torka beban relatif sulit untuk dikendalikan

4.  Karakteristik motor DC eksitasi sendiri tipe campuran/compound :
Tipe ini merupakan penggabungan dari motor DC seri dan motor DC shunt. Tujuan dari tipe campuran ini adalah mendapatkan keleebihan yang ada dari masing-masing tipe. Torka yang besar dari tipe seri dan regulasi tegangan yang baik dari tipe shunt. Berdasarkan tujuan tersebut inilah, motor DC tipe compound dapat dibedakan menjadi 2 tipe yaitu, compound panjang dan tipe compound pendek.


Artikel Lainnya Yang Berhubungan Dengan Dunia Elektro : 
  1. Ayo Membangun Pembangkit Listrik Di Indonesia
  2. Panel Photovoltaic
  3. Kondisi Kelistrikan Indonesia
  4. Masalah Faktor Daya dan Pemasangan Kapasitor
  5. Konverter DC-DC
  6. Inverter



No comments:

Post a Comment